Akademik
Tentang Akademik
SD Negeri Woraraga menyelenggarakan kegiatan akademik yang terstruktur dan mengacu pada Kurikulum Merdeka
SD Negeri Woraraga menyelenggarakan kegiatan akademik yang terstruktur dan mengacu pada Kurikulum Merdeka yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan kebebasan belajar kepada siswa, mendorong kreativitas, serta membentuk karakter yang kuat. Pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan tematik integratif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.
Proses belajar mengajar di SD Negeri Woraraga dilaksanakan secara aktif dan partisipatif, dengan metode yang bervariasi seperti diskusi kelompok, proyek, praktik langsung, dan pemanfaatan media digital. Guru-guru kami secara rutin mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam merancang pembelajaran yang menarik dan bermakna. Evaluasi hasil belajar dilakukan secara menyeluruh melalui penilaian formatif dan sumatif, serta laporan perkembangan siswa yang dikomunikasikan secara berkala kepada orang tua.
Selain pembelajaran di kelas, SD Negeri Woraraga juga memberikan perhatian pada pengembangan literasi dan numerasi dasar melalui kegiatan rutin seperti membaca pagi, pojok literasi, dan lomba-lomba edukatif. Kami percaya bahwa fondasi akademik yang kuat akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya dan menghadapi tantangan masa depan
NAWI TOLIKARA ARIGI KENOK
Contoh Aktivitas Akademik
Di SD Negeri, akademik berkaitan dengan semua kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran dan pengetahuan. Ini termasuk mata pelajaran, metode belajar, nilai, dan prestasi siswa di kelas. Akademik fokus pada pengembangan kemampuan intelektual anak, seperti membaca, menulis, berhitung, sains, dan pelajaran lainny
Tolikara Arigi Kenok
Kegiatan Akademik di SD Negeri
Beberapa contoh kegiatan akademik di SD Negeri antara lain:
-
Pelajaran di kelas (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dll.)
-
Ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ujian akhir semester
-
Proyek atau tugas yang melatih kreativitas dan berpikir kritis
-
Kegiatan lomba akademik, misalnya lomba matematika, membaca, atau sains
Nawi Tolikara Arigi Abua
Peran Guru dalam Akademik
Membuat laporan praktikum sederhana di IPA. Menghitung soal matematika dan latihan berhitung cepat. Membaca dan menceritakan kembali teks Bahasa Indonesia
-
Mengikuti lomba cerdas cermat antar kela
Setelah lulus Sekolah Dasar (SD)
Setelah lulus SD, jenjang pendidikan selanjutnya adalah SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau MTs (Madrasah Tsanawiyah) selama 3 tahun. Setelah itu, melanjutkan ke SMA (Sekolah Menengah Atas), SMK, atau MA, lalu ke perguruan tinggi (universitas/institut) untuk kuliah, sesuai dengan urutan pendidikan formal di Indonesia
Alternative Pendidikan Non formal: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Apa itu PKBM?
adalah lembaga satuan pendidikan nonformal yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat untuk menyediakan akses pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) serta keterampilan, berlandaskan UU No. 20 Tahun 2003. PKBM menawarkan waktu belajar fleksibel bagi mereka yang putus sekolah atau tidak dapat mengikuti pendidikan formal
SDN Woraga menjalin kerja sama dengan PKBM Gundagi dalam upaya mendukung pendidikan bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi warga yang putus sekolah. Melalui kerja sama ini, masyarakat terdekat yang belum menyelesaikan pendidikan formal dapat melanjutkan sekolah di PKBM Gundagi untuk memperoleh ijazah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kedua bagi warga untuk meningkatkan pendidikan dan memperbaiki masa depan mereka.































































