SDNWORAGA

SD NEGERI WORAGA
Yhon Wenda saat ini dia sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Woraga
Yhon Wenda S.Pd
Yotam Wonda saat ini dia sebagai Operator sekolah SD Negeri Woraga
Yotam Wonda
Sisa Waker saat ini dia sebagai Guru senior sekolah SD Negeri Woraga
Sisa Waker

Akademik

Akademik

SD Negeri Woraga

Pendidikan Dasar di Jantung Papua

Membina potensi, memperkuat literasi, dan membangun karakter anak bangsa di Kabupaten Tolikara.

Profil & Identitas Resmi

SD Negeri Woraga adalah satuan pendidikan dasar negeri yang melayani kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedalaman Papua Pegunungan. Sekolah ini berkomitmen memberikan layanan edukasi di bawah naungan Pemerintah Daerah.

NPSN 60302259
Status Sekolah Negeri (Milik Pemerintah Daerah)
Akreditasi C
Alamat Kampung Woraga, Distrik Gundagi, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan
Manajemen Pemimpin Yhon Wenda, S.Pd. (Kepala Sekolah & Operator)
Tenaga Pengajar Dibantu oleh guru lokal, di antaranya Yotam Wonda dan Sisa Waker

Pilar Utama Akademik di SD Negeri

Secara nasional, kegiatan akademik di SD Negeri merujuk pada standarisasi pemerintah yang kini diwujudkan melalui transformasi Kurikulum Merdeka guna mengoptimalkan kemampuan kognitif siswa.

1. Kurikulum & Mata Pelajaran

  • Mata Pelajaran Wajib: Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni, dan Olahraga.
  • Fokus Esensial: Pendekatan Kurikulum Merdeka yang fleksibel, tidak berfokus pada hafalan, melainkan pada pemahaman mendalam.
  • P5: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk membangun karakter lintas disiplin ilmu.

2. Sistem Evaluasi & Asesmen

  • Asesmen Sumatif: Pelaksanaan ujian tengah semester (ASTS) dan akhir semester (ASAS) sebagai tolok ukur capaian kognitif.
  • Asesmen Formatif: Evaluasi berkala secara harian untuk memperbaiki metode mengajar guru secara langsung.
  • Asesmen Nasional (AN): Pemetaan mutu sekolah (Rapor Pendidikan) melalui sampel siswa kelas 5, bukan sebagai penentu kelulusan individu.

3. Pengembangan Kualitas

  • Supervisi Akademik: Pembimbingan (coaching) berkala oleh Kepala Sekolah untuk menjaga performa guru.
  • Digitalisasi: Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan sistem ARKAS secara terintegrasi.
  • Kolaborasi: Penguatan kualitas mengajar melalui Kelompok Kerja Guru (KKG).

Tentang Akademik

SD Negeri Woraraga menyelenggarakan kegiatan akademik yang terstruktur dan mengacu pada Kurikulum Merdeka

 

SD Negeri Woraraga menyelenggarakan kegiatan akademik yang terstruktur dan mengacu pada Kurikulum Merdeka yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan kebebasan belajar kepada siswa, mendorong kreativitas, serta membentuk karakter yang kuat. Pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan tematik integratif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.

Proses belajar mengajar di SD Negeri Woraraga dilaksanakan secara aktif dan partisipatif, dengan metode yang bervariasi seperti diskusi kelompok, proyek, praktik langsung, dan pemanfaatan media digital. Guru-guru kami secara rutin mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam merancang pembelajaran yang menarik dan bermakna. Evaluasi hasil belajar dilakukan secara menyeluruh melalui penilaian formatif dan sumatif, serta laporan perkembangan siswa yang dikomunikasikan secara berkala kepada orang tua.

Selain pembelajaran di kelas, SD Negeri Woraraga juga memberikan perhatian pada pengembangan literasi dan numerasi dasar melalui kegiatan rutin seperti membaca pagi, pojok literasi, dan lomba-lomba edukatif. Kami percaya bahwa fondasi akademik yang kuat akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya dan menghadapi tantangan masa depan

Tolikara Arigi Kenok

Kegiatan Akademik di SD Negeri

 

Beberapa contoh kegiatan akademik di SD Negeri antara lain:

  • Pelajaran di kelas (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dll.)

  • Ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ujian akhir semester

  • Proyek atau tugas yang melatih kreativitas dan berpikir kritis

  • Kegiatan lomba akademik, misalnya lomba matematika, membaca, atau sains

Nawi Tolikara Arigi Abua

Peran Guru dalam Akademik

Membuat laporan praktikum sederhana di IPA. Menghitung soal matematika dan latihan berhitung cepat. Membaca dan menceritakan kembali teks Bahasa Indonesia

  • Mengikuti lomba cerdas cermat antar kela

Setelah lulus Sekolah Dasar (SD)

Setelah lulus SD, jenjang pendidikan selanjutnya adalah SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau MTs (Madrasah Tsanawiyah) selama 3 tahun. Setelah itu, melanjutkan ke SMA (Sekolah Menengah Atas), SMK, atau MA, lalu ke perguruan tinggi (universitas/institut) untuk kuliah, sesuai dengan urutan pendidikan formal di Indonesia

Alternative Pendidikan Non formal: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Apa itu PKBM?

adalah lembaga satuan pendidikan nonformal yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat untuk menyediakan akses pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) serta keterampilan, berlandaskan UU No. 20 Tahun 2003. PKBM menawarkan waktu belajar fleksibel bagi mereka yang putus sekolah atau tidak dapat mengikuti pendidikan formal

SDN Woraga menjalin kerja sama dengan PKBM Gundagi dalam upaya mendukung pendidikan bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi warga yang putus sekolah. Melalui kerja sama ini, masyarakat terdekat yang belum menyelesaikan pendidikan formal dapat melanjutkan sekolah di PKBM Gundagi untuk memperoleh ijazah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kedua bagi warga untuk meningkatkan pendidikan dan memperbaiki masa depan mereka.

Scroll to Top